Senin, 29 September 2014

Takbiran Tradisi atau Tuntunan


      Malam idul Qaraban , menurut ilmu sharaf qurban dari  ‘aiida adalah Hari Raya , Qaruba-yaqrabu-qarban  adalah tasrif berasal dari kata telah mendekat, sedang mendekat atau pendekat. Dari maknanya sudah diketahui tujuan ibadahnya. Tapi dalam pelaksanaanya ? Takbir keliling keliling putra putri di malam gelap campur aduk kalo perlu lomba takbiran antara mereka. Dilanjutkan semalam seuntuk kemudian dilanjutkan di tiga hari berturut turut.
      Saya yg masih belajar jauuuuh dari mengerti islam ini ( bayi merah ) belum menemukan tuntunan dan perintahnya, di Masjidil Haram dan Di Masjid sekitar Mina  dan sekitarnya pun tidak terdengar suara semalam seuntuk dilanjutkan sampai berhari hari, yang ada adalah pagi menjelang sampai di lokasi shalat ‘aiida sampai khatib memasuki mimbar.

Dimana perintah mengagungkan Allah ?

185. ..... Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu   mengagungkan    Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Apa salahnya menyebut kalimat kalimat Allah yang baik dengan tujuan syiar ?  semalaman dengan horn atau rame rame? Padahal Allah senang dengan suara yang lembut kecuali memang ada perintah dikeraskan seperti jama’ah haji atau umrah setelah mengenakan pakaian ihram di mulai dari miqat Bir Ali . Walaupun demikian jelas perintahnya beberapa kali saya bersama rombongan , astagfirullah perintah mengeraskan suara “ labaika lahumma labbaik...” ini jarang dilaksanakan hanya berlangsung kurang dari 30 menit, padahal perintah Allah sepanjang perjalanan sampai ke Mekah. Kenapa banyak yang tak tahu, atau tidak  mau serta tidak umum bila melakukan. Padahal tempat pahala pahala itu tidak menurutnya atau  angan angan kita , ini baik dapat pahala ini tidak, tetapi menurut Hukum Allah yang telah dikeluarkan ribuan tahun silam.Yang dikhawatirkan lagi bila perintah itu dilakukan tetepi melanggar aturan hukum lainya yang berakibat merusak bahkan menghapus karena sejajar dengan syirik. Jadi bukan setiap amal ibadah yang dilakukan terus dicatat amal menurut kemauan kita, bahkan merusak amal lain.

}§øŠ©9 öNä3ÍhÏR$tBr'Î/ Iwur ÇcÎT$tBr& È@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# 3 `tB ö@yJ÷ètƒ #[äþqß tøgä ¾ÏmÎ/ Ÿwur ôÅgs ¼çms9 `ÏB Èbrߊ «!$# $wŠÏ9ur Ÿwur #ZŽÅÁtR ÇÊËÌÈ  

123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. An Nisa.
      Jangan jadi orang yang tidak cocok dengan peraturan Allah hanya karena banyak orang tidak melakukan, dan karena orang dahulu biasa melakukan. Dulu banyak banyak yang melakukan karena belum tahu, sedang sekarang banyak  cara untuk mengetahui agama

.
#sŒÎ)ur Ÿ@Ï% óOçlm; (#öqs9$yès? 4n<Î) !$tB tAtRr& ª!$# n<Î)ur ÉAqß§9$# (#qä9$s% $uZç6ó¡ym $tB $tRôy`ur Ïmøn=tã !$tRuä!$t/#uä 4 öqs9urr& tb%x. öNèdät!$t/#uä Ÿw tbqßJn=ôètƒ $\«øx© Ÿwur tbrßtGöku ÇÊÉÍÈ  

104. apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". mereka menjawab: "Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. AL Maidah
Penutup
      Bagaimana dengan takbir keliling dengan suara keras campur putra putri ,anak anak dengan suara keras, padahal Allah sendiri suka dengan disebut dengan merendah diri dan penuh rasa hormat karena takut. Jangan seperti orang yang dilupakan berhadapan dengan siapa sehingga berkata teriak teriak, coba berhadapan dengan kekasih kita ( istri pun ) atau kita sendiripun tidak suka di teriaki. Kenapa yang kita tidak suka diperlakukan demikian justru berlaku demikian
.
ä.øŒ$#ur š­/§ Îû šÅ¡øÿtR %YæŽ|Øn@ ZpxÿÅzur tbrߊur ̍ôgyfø9$# z`ÏB ÉAöqs)ø9$# Íirßäóø9$$Î/ ÉA$|¹Fy$#ur Ÿwur `ä3s? z`ÏiB tû,Î#Ïÿ»tóø9$# ÇËÉÎÈ  

205. dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai. Al a’raf.

Mudah mudahan bermanfaat.